Namanya Disebut Dalam Kasus Dugaan Korupsi Dirjen Kemendagri Dipecat

Korupsi Dirjen Kemendagri
Foto istimewa. (Ist)

-

BACA BERITA SERU LAIN DI JAMBISERUCOM

Jambiseru.com – Usai namanya disebut dalam sidang kasus dugaan korupsi, seorang Dirjen Kemendagri langsung dipecat. Pemecatan tersebut diberikan pada Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mochamad Ardian Noervianto oleh Mendagri, Tito Karnavian.

Kabar pemecatannya Adrian diumumkan Jumat, (26/11/2021) oleh Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan. Usai dipecat, Ardian diberi tugas baru sebagai tenaga pengajar di Institut Pendidikan Dalam Negeri atau IPDN.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Raffi Ahmad Nagita Slavina Punya Putra ke-2

Di Kota Makassar, nama Ardian Noervianto sempat heboh. Karena namanya disebut oleh saksi, Jumras, dalam sidang dugaan korupsi mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Mochamad Ardian Noervianto disebut dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Pemprov Sulsel. Dengan tersangka Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan eks Pejabat Pemprov Sulsel, Jumras, di persidangan sebagai saksi. Mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa itu bersaksi untuk terdakwa Agung Sucipto.

Ardian disebut pernah mengejar-ngejar Jumras. Ia meminta fee sekaitan dengan cairnya Dana Alokasi Khusus (DAK) di Sulsel.

“Anggaran DAK yang cair Rp 80 miliar. Saya dimintai fee oleh Direktur namanya Pak Ardian, pejabat di Kemendagri,” ujar Jumras di Ruangan Harifin Tumpah Pengadilan Negeri Makassar, Kamis, 24 Juni 2021.

Ardian saat itu masih menjabat sebagai Direktur. Saat ini posisinya sudah Dirjen.

Jumras mengaku staf mantan Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono yang mengarahkan untuk bertemu. Kebetulan Soni Sumarsono juga menjabat sebagai Dirjen Otonomi Daerah saat itu.

“Ardian yang mengurus proposal pengusulan DAK saat itu. Tapi saat pengurusan tidak ada komitmen (permintaan fee),” ujarnya.

Jumras kemudian kaget saat anggaran DAK tersebut cair. Ardian menghubunginya untuk meminta fee proyek.
Padahal pada saat bertemu di Jakarta, tak ada pembahasan soal itu. Ardian disebut hanya meminta proposal saja.

Fee yang diminta juga jumlahnya cukup besar, kata Jumras. Jika dikalkulasi bisa mencapai 7,5 persen dari anggaran Rp 80 miliar yang cair.

“Saya pusing juga. Langsung dia datang ke Makassar tagih saya. Saya ditelepon, dia menginap di Hotel di Swisbell Pantai Losari. Dia datang dua kali ketemu saya. Satu kali lewat video call. Saya tidak layani yang ketiga kalinya,” tegasnya.

Karena itulah, saat Agung Sucipto meminta proyek yang dibiayai oleh DAK, Jumras mengatakan proyek tersebut ditagih-tagih oleh oknum di Kemendagri. Fee yang diminta 7,5 persen.

Pos terkait

---

Video Restoran Masakan Jepang Sushimaru - Kuliner Jambi Seru

Video Jalanan Kersik Tuo Kerinci - Journey Travel Jambi Seru

Ads

Video Praktek Dokter - Health Jambi Seru

Konser BTS - Jambi Seru

Kecelakaan Hari Ini - Jambi Seru

Harga Emas Jambi - Bisnis Jambi Seru

Gubernur Jambi Al Haris Kunjungan - Berita Jambi Seru

Gubernur Cup - Bola Jambi Seru

Ulasan Film Layangan Putus - Jambi Seru