Imbauan Sholat Jumat Ganjil Genap Berdasar Nomor HP Dinilai Tak Efektif

  • Whatsapp
Imbauan Sholat Jumat Ganjil Genap
Ilustrasi : Sholat Jumat. Foto : Istimewa

Jambiseru.com – Wacana dan imbauan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk melakukan dua gelombang Sholat Jumat berdasarkan pada ganjil genap nomor HP dinilai tidak efektif.

Pembagian jemaah dinilai tidak efektif itu disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palembang, mereka menolak imbauan DMI tersebut.

Ketua MUI Palembang, Saim Marhadan mengatakan, walau imbauan tersebut sudah ditandatangani Ketua DMI Jusuf Kalla, pihaknya tidak bakal memberlakukannya.

“Sholat Jumat ganjil genap tidak efektif, tentu saya tidak sepakat dengan rencana kebijakan tersebut,” kata Saim, Kamis (12/8/2021).

Dia menyebut, banyak celah yang muncul pada skema yang dikeluarkan DMI. Jemaah bisa saja memakai nomor ponsel lain atau bahkan nomor ponsel istrinya supaya bisa Sholat saat giliran pertama.

“Itu tidak efektif, jemaah bisa pakai ponsel istrinya atau lainnya,” ungkapnya.

Kata dia, cara yang dipakai selama pandemi Covid-19 dengan menerapkan pembatasan kapasitas masjid jadi 50 persen dinilai sudah sangat baik. Cara ini harusnya didukung dan tetap dipertahankan dalam rangka memperkecil kemungkinan terpapar virus corona.

“Cara seperti ini sudah efektif, jemaah lain bisa diarahkan ke musala di sekitar masjid, atau tempat lain,” ungkap dia.

Diketahui, DMI mengeluarkan surat edaran pemberlakuan dua gelombang pelaksanaan Sholat Jumat berdasarkan nomor akhir ponsel jemaah. Nomor akhir ponsel genap mengikuti Sholat Jumat pukul 12.00 WIB dan nomor akhir ganjil mendapat giliran setelahnya atau sekitar pukul 13.00 WIB. (*)

Sumber : Merdeka.com