Polisi Bergerak Cepat Selidiki Kelas Orgasme

  • Whatsapp
Polisi Bergerak Cepat Selidiki Kelas Orgasme
Foto istimewa. (Ist)

Jambiseru.com – Polisi langsung bergerak cepat selidiki keberadaan kelas orgasme di Bali. Karena dikabarkan kelas orgasme kembali dibuka. Lokasi yang bakal dijadikan tempat pelaksanaan kelas orgasme langsung didtangi.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan pihak kepolisian, kelas lokasi kelas orgasme tersebut telah tutup sejak masa pandemi. Polisi hanya menemukan aktivitas pekerja yang tengah merenovasi bangunan di sana.

Bacaan Lainnya

“Yang di lokasinya itu sudah tutup sejak pandemi COVID-19 ini. Kemudian di lokasi tersebut juga itu sedang renovasi juga, jadi tidak ada buka. Itu hasil pengecekan (dan) koordinasi dengan owner-nyalah,” kata Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana saat dihubungi, Kamis (6/5/2021).

Dari informasi yang diterima polisi, kelas orgasme ini akan digelar di Karma House Tattoos, yang berlokasi di Jalan Penestanan Nomor 8, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. Acara itu ditawarkan melalui situs eventbrite.com dengan tagline ‘Tantric Full Body Orgasm’.

Adnyana menuturkan owner dari Karma House Tattoos sempat menyampaikan bahwa lokasinya memang pernah diminta untuk digunakan sebagai tempat penyelenggaraan ‘kelas orgasme’ tersebut. Namun permintaan itu sudah sekitar dua tahun yang lalu.

“Namun yang bersangkutan menolak karena tidak sesuai dengan adat maupun kebudayaan di Bali. Kemudian dari hasil juga dengan kelian adat di sana juga tidak ada (penyelenggaraan tersebut). Kemudian di lokasi tersebut hubungan dengan desa adat juga bagus,” kata Adnyana.

‘Kelas orgasme’ ini menawarkan harga sebesar €20 dan bakal dilaksanakan pada 8 Mei 2021 dari pukul 10.00 hingga 18.00 Wita. Hingga saat ini belum diketahui identitas penyelenggara ‘kelas orgasme’ tersebut. Namun posting-an agenda tersebut saat ini terlihat sudah dihapus.

Di situs tersebut, disebutkan acara diselenggarakan oleh Intimacy Unleashed, di mana pengelolanya mempunyai akun Instagram @intimacyunleashed.

Untuk diketahui, isu mengenai penyelenggaraan ‘kelas orgasme’ ini bukan pertama kali di Bali. Sebelumnya, pada Maret lalu, warga negara asing (WNA) berkebangsaan Australia bernama Andrew Barnes juga berencana menggelar bisnis serupa.

Praktik tersebut rencananya dilaksanakan di Vila Suara Sidhi, yang berlokasi di Desa Lod Tunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Acara tersebut memasang tarif kepada peserta sebanyak USD 600 atau setara dengan sekitar Rp 8 juta. Namun akhirnya, kegiatan tersebut akan dibatalkan karena sudah menjadi sorotan publik.

“Polri bertindak cepat melakukan langkah terkait berita viral di media sosial tentang yoga yang digelar warga negara asing di Bali. Kami pastikan kegiatan tersebut batal digelar,” kata Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, dalam keterangan pers, Sabtu (6/3). (tra)

Sumber : detik.com

Pos terkait