Ketika Buruh Tani Kembalikan Bansos

  • Whatsapp
Buruh Tani Kembalikan Bansos
Buruh tani di Klaten mengembalikan bantuan langsung tunai atau BST atau bansos. (Ist)

Jambiseru.com – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kaget ketika seorang buruh tani di Desa Kotesan Kecamatan Prambanan Klaten, mengembalikan bantuan sosial (bansos).

Meski hanya buruh tani, pria bernama Tukul Subagiyono, berani mengembalikan bantuan sosial tunai (BST) yang diterimanya, karena telah menerima bantuan dari dana desa.

Awalnya Ganjar berkunjung ke Desa Kotesan untuk mengecek pembagian BST di sana. Beberapa hari ini, Ganjar memang rajin ke desa-desa mengecek pembagian BST karena mendapat banyak laporan bantuan tak tepat sasaran.

“Ini sudah dapat bantuan bapak, ibu? Njenengan nggih mpun angsal pak?” tanya Ganjar saat berkunjung Rabu (3/8/2021), seperti dilansir laman Suara.com (media partner Jambiseru.com).

Beberapa warga mengatakan sudah menerima bantuan. Namun tiba-tiba, seorang pria paruh baya mengangkat tangan dan memanggil Ganjar. Dengan tegas ia mengatakan jika bantuan yang diterimanya itu akan dikembalikan.

“Ini punya saya mau saya kembalikan, Pak. Wong saya sudah dapat bantuan kok dapat lagi. Kasihan yang lain Pak, biar untuk yang lain saja,” kata Tukul Subagiyono.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kaget ada buruh tani di Klaten mengembalikan bantuan langsung tunai atau BST. [Dok Pemprov Jateng]
Ganjar pun tertarik dengan pernyataan Tukul. Ia mendekat dan bertanya alasan Tukul mengembalikan, padahal yang lain rebutan. Ia juga bertanya Tukul sehari-hari bekerja sebagai apa.

“Saya cuma buruh tani pak. Ini saya kembalikan, wong saya sudah dapat. Satu bantuan saja sudah cukup pak, masa mau dapat lagi. Ya walaupun saya butuh sebenarnya, tapi kan saya sudah dapat. Yang lain masih banyak yang butuh dan tidak dapat,” terangnya dan diacungi dua jempol oleh Ganjar.

Ternyata tak hanya Tukul, ada dua warga lain di tempat itu yang ternyata ingin mengembalikan bantuan. Mereka adalah Jannah dan Yoga Pratama. Jannah adalah seorang ibu rumah tangga yang suaminya bekerja sebagai kuli bangunan, sementara Yoga adalah seorang mahasiswa.

“Suami saya sudah dapat bantuan dari dana desa pak, jumlahnya juga sama Rp300 ribu perbulan. Nggak tahu kok ini dapat bantuan lagi, makanya saya kembalikan. Mudah-mudahan dapat orang lain yang membutuhkan,” kata Jannah. (red)

Sumber: Suara.com (Media Partner Jambiseru.com)

Pos terkait