KPI Akan Lakukan Evaluasi Pegawai Pasca Terungkapnya Kasus Pelecehan

  • Whatsapp
Korban Pelecehan
Ilustrasi. Foto : Istimewa

Jambiseru.com – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan lakukan evaluasi pegawai pasca terungkapnya kasus pelecehan seksual oleh pegawainya. Adanya rencana evaluasi tersebut disampaikan langsung oleh Komisioner KPI, Nuning Rodiyah,

Diungkapkan Nuning, pihaknya segera akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait mekanisme monitoring pegawai.

“Dengan ini kami tentunya akan melakukan evaluasi menyeluruh kepada seluruh pihak, artinya bagaimana mekanisme monitoring pegawai, bagaimana mekanisme pemberian keamanan dan jaminan kenyamanan bekerja seluruh pegawai di KPI. Itu akan jadi evaluasi menyeluruh,” kata Nuning saat dihubungi wartawan, Kamis (2/9/2021).

Nuning menyesalkan tindakan perundungan dan pelecehan tersebut terjadi di lingkungan kantor KPI Pusat.

Ia mengklaim pihaknya tidak menoleransi bentuk kekerasan baik seksual, verbal ataupun perundungan baik di dalam lingkungan KPI maupun secara luas.

Dengan begitu, KPI menyusun langkah-langkah untuk menyelesaikan kasus perundundang dan pelecehan yang dialami MS sejak 2011 itu. KPI dikatakan Nuning bakal melakukan investigasi secara internal dengan meminta klarifikasi diantara kedua belah baik dari korban ataupun pelaku.

“Kita akan lebih dulu mendapatkan data secara komperhensif dan nantinya ketika hasil akhir kami harus mengambil sikap apa terhadap kasus ini tentu kita sampaikan secara terbuka kepada publik.”

Cerita MS tersebut beredar di aplikasi pesan instan WhatsApp dengan maksud meminta perhatian akan adanya tindakan pelecehan seksual di mana korban dan pelaku adalah sama-sama pria.

Suara.com (media partner Jambiseru.com) berusaha berkomunikasi dengan pria yang dimaksud melalui chat WhatsApp. MS membenarkan apabila pesan berantai itu memang berasal darinya.

“Iya benar tulisan saya, kak,” kata MS melalui pesan singkat kepada Suara.com, Rabu.

MS mengaku dirinya merupakan pegawai kontrak di KPI yang bertanggung jawab di divisi Visual Data. Ia mengaku ingin sekali ke luar dari KPI karena sudah tidak kuat menahan perundungan yang dialaminya.

“Saya mau resign, sudah enggak kuat lagi,” ucapnya.

Pos terkait