Pasca Tonton Acara Mengupas Kartu Prakerja, Warga Jambi Pesimis

  • Whatsapp
Serba serbi kartu pra kerja. (Ist)
Serba serbi kartu pra kerja. (Ist)

Pasca Tonton Acara Mengupas Kartu Prakerja, Warga Jambi Pesimis

Jambi – Malam ini, Senin (20/4/2020), Aiman presenter Kompas TV live dengan tema acara mengupas kartu prakerja 2020. Pasca nonton ini, sebagian warga Kota Jambi pesimis.

Bacaan Lainnya

Berikut rekaman live streaming acara gaduh kartu prakerja stafsus presiden di Kompas TV:

Untuk diketahui, berdasar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Pra-Kerja tertanggal 26 Februari 2020, program ini diharap membantu meringankan pihak yang terdampak corona virus disease 2019 (Covid-19).

Di dalam kebijakan terswbut dijelaskan, dengan penggunaan Kartu Pra-Kerja, pencari kerja/buruh yang terkena PHK atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja bisa mendapatkan manfaat pelatihan dan insentif, berupa bantuan biaya untuk mengikuti pelatihan.

Terkait itu, beberapa warga Kota Jambi memberi komentar terhadap kebijakan kartu prakerja. Misalnya, Izan (27) warga RT 09 Kelurahan Penyengat rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Izan (27). Foto: Cr01/Jambiseru.com
Izan (27). Foto: Cr01/Jambiseru.com

Menurutnya, kebijakan ini masih belum jelas. Alasannya, setelah mendaftar dan mengikuti tes, sampai saat ini belum ada lagi pengumuman selanjutnya.

Ia juga mengungkapkan pesimis terhadap kebijakan ini. Kata dia, jika dilihat dari beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan, kebanyakan bikin kecewa masyarakat.

“Ntah iyo ntah dak kebijakan ini, kami takut gek PHP bae,” tuturnya, Senin(20/4/2020).

Datang pula komentar dari driver gojek, Erik (37) warga Perumahan Aurduri 1, Kelurahan Telanaipura, Kota Jambi. Ia juga pesimis.

“Dak pasti, kini fokus cari sen dengan ojol bae lah, kartu prakerja ini masih dak jelas, kalau nak ngasih bantuan, kenapo idak langsung kasih? Pake acara tes pulo, macam nak masuk sekolah bae,” ungkap Erik.

Komentar selanjutnya datang dari warga Lorong Banyumas RT 21 Kelurahan Mendalo Darat, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, Paenan (50). Penjaga parkir di depan Apotik KDA jalan Kapten Pattimura Kota Jambi ini malah belum tahu tentang adanya kartu prakerja.

Hal serupa juga dirasakan oleh seorang pemuda perantaun dari Kabupaten Musi Rawas – Palembang. Saat ini ia bekerja di salah satu rumah makan dalam Kota Jambi.

Ia juga belum mengetahui adanya Kartu Pra Kerja, serta apa keuntunganya. Menurut dia, sosialisasinya belum maksimal.

“Coba pemberitahuannya jangan lewat internet saja, karena tidak semua orang memiliki kemampuan dan peralatan untuk mengakses internet,” tutur pemuda rantau tersebut.

Sementara, Eki (41), pengusaha bengkel yang terdampak virus corona mengaku pesimis dengan program kartu prakerja ini.

“Tadi sudah nonton acara di tv tu, wai, makin malas bae nak daftar,” kata warga Lorong Pattimura, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi ini. (cr01)

Pos terkait