Sehari 200 Orang Lakukan Pemeriksaan di RSPI, Perawat Berjatuhan

  • Whatsapp
ilustrasi-virus-corona-covid-19
WHO resmi memberikan nama covid-19 untuk virus Corona baru dari Wuhan. (Shutterstock)

Sehari 200 Orang Lakukan Pemeriksaan di RSPI, Perawat Berjatuhan

Jambiseru.com – Kian meluasnya sebaran virus Corona di Jakarta, membuat masyarakat banyak yang melakukan pemeriksaan kesehatan. Salah satunya di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.

Bacaan Lainnya

Baca JugaTangani Pasien Corona, RSPI Kekurangan Alat Pelindung Diri

Dalam sehari, ada 200 orang yang melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit tersebut. Akibatnya, perawat dan pegawai kebersihan di rumah sakit tersebut pun banyak yang tumbang, dan kelelahan hingga harus dirawat.

Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr. Mohammad Syahril, jika banyak pegawainya yang kelelahan hingga harus ikut diisolasi. Pihak rumah sakit pun terpaksa meminta bantuan petugas medis dari luar, untuk membantu memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat tersebut.

“Kami minta bantuan tenaga dokter umum untuk menjaga IGD, karena saat ini pasien rata-rata 200 orang datang ke sini untuk memeriksa di Pos Pemantauan Covid-19,” kata Syahril dilansir Suara.com–media partner Jambiseru.com.

Berdasar data yang diperoleh, hingga Selasa (17/3/2020) pagi tercatat sebanyak 1.134 orang telah mendatangi Pos Pemantauan Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso. Mereka yang datang umumnya berkonsultasi terkait kesehatannya atas gejala-gejala Covid-19.

Pos Pemantauan Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso dibuka Senin – Jumat sejak pukul 07.30 – 21.00 WIB. Mereka yang hadir tidak dipungut biaya terkecuali bagi mereka yang hendak melakukan medical check up atau MCU.

Banyaknya pasien dan orang yang berdatangan ke Pos Pemantauan Covid-19 berdampak pada menurunnya kesehatan para petugas medis hingga kebersihan RSPI Sulianti Saroso.

Beberapa petugas medis hingga petugas kebersihan yang kelelahan pun diharuskan mengisolasi diri menyusul meningkatnya volume pekerjaan pasca rumah sakit tersebut dirujuk menjadi salah satu yang melayani pasien virus corona atau Covid-19.

Syahril mengatakan bahwa pada dasarnya seluruh pegawai memang telah terikat sumpah untuk bekerja memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sebagai garda terdepan, petugas medis dan pegawai lainnya di RSPI Sulianti Saroso memang memiliki resiko penularan yang tinggi dari Covid-19.

Meski demikian, Syahril menyampaikan pihaknya telah memberikan pedoman kepada pegawai untuk berkerja dengan mengutamakan keamanan. Misalnya, melengkapi pegawai dengan alat pelindung diri (APD), menjaga kebersihan, memberi asupan gizi tambahan, hingga suplemen.

“Tapi tentu saja dalam perjalanannya karena ini membludak wabahnya maka masalah kelelahan akan ada. Untuk itu kalau nanti kami ada perluasan, kita butuh tambahan tenaga dari luar,” kata Syahril.

Menurut Syahril, untuk meminimalisir resiko penularan Covid-19 pihaknya pun secara bertahap melakukan pemeriksaan kepada seluruh petugas medis dan pegawai RSPI Sulianti Saroso. Bagi mereka yang terindikasi tertular virus asal Wuhan, China itu maka akan diisolasi.

Baca Juga12 Laboratorium Diizinkan Teliti Spesimen Virus Corona, Ini Daftarnya

“Itu memang resiko. Jangankan perawat, orang luar aja, menteri aja bisa kena kan,” ujarnya.

“Jadi perawat, dokter pun kalau udah kena yasudah lah memang suatu resiko harus dihadapi. Nah inilah yang mungkin belum mendapat perhatian dari publik, kemudian dari pemerintah,” sambungnya. (tra)

Pos terkait