Tak Jelas Keberadaannya, 2.291 Orang di Batanghari Tidak Masuk DPT

  • Whatsapp
Rapat pleno KPU Kabupaten Batanghari. Foto: Rizki/Jambiseru.com
Rapat pleno KPU Kabupaten Batanghari. Foto: Rizki/Jambiseru.com

Tak Jelas Keberadaannya, 2.291 Orang di Batanghari Tidak Masuk DPT

JAMBISERU.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batanghari, melakukan Rapat Pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Serentak lanjutan Tahun 2020, untuk Pemilihan Kepala Daerah.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Tim Tapsel Haris-Sani “On Ma Tutu”

“Iya, kita melakukan rapat pleno terbuka penetapan DPT dengan perwakilan dari tim penghubung Calon Bupati, Gubernur, PPK se Kabupaten Batanghari, Kadis Dukcapil serta Kalapas,” ungkap Komisioner KPU Kabupaten Batanghari, Muhammad Apri, Kamis (15/10/2020).

Dikatakan Apri, untuk jumlah DPT pada Tahun 2020 ini mengalami peningkatan dari Tahun 2019 lalu yang berjumlah 192.629. Penambahan DPT Tahun berdasrkan daftar pemilih baru yang telah berumur 17 tahun yang belum terdaftar serta pemilih yang pindah domisili.

“Jadi total tambahan DPT pada Pilkada kali ini sebanyak 2.526, jadi total semuanya 195.155 DPT. Itu sudah termasuk Disabilitas yang berjumlah 427 DPT. Selain itu, ada juga daftar yang tidak memenuhi syarat sebanyak 2.291 yang disebabkan DPT ganda, dan sudah tidak memenuhi lagi suara pemilih dan keberadaannya tidak ditemukan,” ujarnya.

Disebutkan Apri, untuk pemilih yang telah ditetapkan dalam DPT sudah dipastikan bisa memilih. Namun, untuk pemilih yamg tidak diakomodir di DPT, bisa didaftar dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) cukup dengan menggunakan KTP elektronik berdomisil di Batanghari.

Baca Juga : Sudah 10 Jam, Bocah yang Tenggelam di Arab Melayu Belum Ditemukan

“Tapi untuk DPK kita meminimalisir, karena terkait ketersedian surat suara yang disediakan pada saat pencoblosan nanti. Untuk surat suara akan disediakan kelebihan sebanyak 2,5 % dari jumlah per TPS, karena jumlah pemilih berdasarkan undang-undang hanya 500 suara per TPS,” katanya. (riz)

Pos terkait