Aneh, Buronan KPK Bisa Tunjuk Pengacara untuk Praperadilan

  • Whatsapp
Tim Biro Hukum KPK saat bersidang terkait gugatan Praperadilan Nurhadi Cs di PN Jaksel. (Suara.com/Stephanus Aranditio).
Tim Biro Hukum KPK saat bersidang terkait gugatan Praperadilan Nurhadi Cs di PN Jaksel. (Suara.com/Stephanus Aranditio).

Aneh, Buronan KPK Bisa Tunjuk Pengacara untuk Praperadilan

Jambiseru.com – Gugatan praperadilan jilid II yang diajukan eks Sekretaris MA, Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono dan Direktur PT MUlticon Indrajaya Terminal, Hiendra Soenjoto bakal ditolak. Ini terjadi, karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menolaknya.

Bacaan Lainnya

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya ada kejanggalan dalam pengajuan praperadilan tersebut oleh pengacara tersangka. Selain itu, Tim Biro Hukum KPK beralasan penetapan tersangka terhadap ketiganya sudah sesuai dengan ketentuan hokum. Sehingga gugatan praperadilan tak perlu dipenuhi.

“Menyatakan permohonan praperadilan tidak diterima. Tiga, penetapan tersangka pemohon 1, pemohon 2, dan pemohon 3 adalah sah menurut hukum,” kata anggota Tim Biro Hukum KPK, Evi Laila dalam sidang agenda pembacaan jawaban dari KPK selaku termohon di PN Jaksel, Selasa (10/3/2020).

Baca Juga : Pemprov DKI Jakarta Anggarkan Rp 54 Miliar Untuk Hadapi Corona

KPK juga mempertanyakan keabsahan tanda tangan Nurhadi Cs di surat kuasa yang dipegang tim kuasa hukum Nurhadi Cs. Sebab ketiga tersangka itu sedang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tidak pernah memenuhi panggilan KPK.

“Apakah kuasa yang diterima oleh kuasa para pemohon benar-benar diberikan karena faktanya para pemohon tidak diketahui keberadaannya. Bahkan kuasa para pemohon patut diduga telah menghambat penyidikan yang dilakukan termohon kepada para pemohon,” kata Evi.

KPK juga membantah dalil yang disampaikan kuasa hukum Nurhadi cs, terutama soal Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang tak langsung diterima tersangka.

Menurut KPK, SPDP sudah dikirim ke alamat ketiga tersangka dan diterima oleh penghuni rumah sehingga telah sah menurut KUHAP.

“Sehingga termohon telah memenuhi kewajibannya untuk menyerahkan SPDP dalam rangka waktu kurang 7 hari setelah surat perintah dimulainya penyidikan,” ujar anggota Tim Biro Hukum KPK lainnya, Togi Sirait.

Sebagai informasi, buronan KPK, Nurhadi bersama menantunya, Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Soenjoto mengajukan permohonan praperadilan terkait penetapannya sebagai tersangka dalam kasus korupsi.

Nurhadi diduga menerima suap sebesar Rp 33,1 miliar dari Hiendra Soenjoto lewat menantunya, Rezky Herbiyono yang diduga untuk memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT yang berperkara di MA.

Sebelumnya, Nurhadi juga telah mengajukan gugatan praperadilan, namun ditolak oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hakim menilai bahwa KPK telah melakukan penetapan status tersangka melalui mekanisme hukum yang sah. (Tra)

Artikel ini sudah tayang di Suara.com (media partner Jambiseru.com dengan judul: KPK Menyoal Praperadilan Nurhadi: Buronan Kok Bisa Tunjuk Pengacara?”

Pos terkait