Jambi, Jambiseru.com – Wali Kota Jambi, dr. Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha dan Sekda A Ridwan, melayat ke rumah duka bocah perempuan berusia 4 tahun berinisial A, yang meninggal dunia setelah terseret arus deras selokan saat mandi hujan, di Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kota Jambi, pada Jumat (12/12/2025) sore.
Kedatangan pimpinan daerah ini disambut dengan suasana haru mendalam oleh keluarga korban. Maulana menyampaikan belasungkawa atas nama Pemerintah Kota Jambi, menyebut peristiwa tragis ini sebagai duka seluruh warga Kota Jambi.
“Atas nama Pemerintah Kota Jambi, saya mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda A. Ini adalah musibah yang sangat memilukan. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan,” ujar Maulana dengan nada prihatin.
Apresiasi Tim SAR dan Peringatan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Maulana juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam pencarian, termasuk Tim Damkartan, Basarnas, dan jajaran Kepolisian, yang bekerja cepat dan kolaboratif hingga korban berhasil ditemukan.
Di tengah suasana duka, Wali Kota Maulana lantas menyampaikan imbauan penting kepada seluruh warga Kota Jambi, mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai.
“Yang terpenting, saya mengimbau seluruh masyarakat Kota Jambi agar meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan peringatan BMKG, hujan deras dan angin kencang masih sangat berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” tegasnya.
Instruksi Gotong Royong dan Pengawasan Anak
Untuk mengantisipasi bahaya, Maulana telah menginstruksikan seluruh jajaran di bawahnya, mulai dari camat, lurah, hingga ketua RT, untuk kembali menggalakkan budaya gotong royong membersihkan lingkungan, terutama saluran air dan selokan.
“Kalau ada sumbatan sampah di selokan, segera dibersihkan. Tujuannya agar aliran air lebih lancar dan bisa mengurangi genangan maupun potensi luapan air yang membahayakan,” jelasnya.
Secara khusus, orang nomor satu di Jambi itu juga meminta para orang tua untuk lebih ketat dalam mengawasi aktivitas anak, khususnya saat cuaca buruk.
“Saya mengajak seluruh orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya. Saat hujan deras, pastikan anak-anak sudah berada di dalam rumah dan tidak bermain di luar, karena sangat berbahaya dan bisa terseret arus,” imbaunya.
Maulana berharap musibah ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar kejadian tragis serupa tidak terulang di kemudian hari. (Ris)












