Dikritik Peserta Lari 10 K Haornas Tebo Tanpa Masker, Bupati Ngaku Sudah Tanya Panitia

sukandar
Bupati Tebo, H Sukandar. (ist)

JAMBISERU.COM, Tebo – Hampir semua peserta upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019 tidak menggunakan masker saat melaksanakan kegiatan ditengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Tebo, terutama peserta lari 10 K, mendapatkan kritikan dari warga.

Amad salah seorang warga mengaku prihatin dengan peserta peringatan Haornas tersebut.

“Seharusnya peserta kegiatan Haornas ini sebelum melakukan kegiatan diberikan masker, terutama peserta lari 10 K, sayo kasihan be nengok pesertanya kebanyakan anak-anak dibawah umur tu ikut lomba lari disaat kabut asap tebal kayak sekarang ni, seharusnya Pemkab Tebo mengurangi aktivitas diluar ruangan sekarang ni,” tutur Ahmad kepada jambiseru.com
Ditempat terpisah, Bupati Tebo, Sukandar didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Tebo, Mardiansyah dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Tebo, Eko Putra Husen Saad mengakui bahwa kondisi udara di Kabupaten Tebo sedang tidak bagus.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan laporan Kadis LH bahwa Ispu di Tebo mencapai angka 152, kondisi yang sangat mengkhawatirkan,”aku Sukandar kepada jambiseru.com.

Mengenai peserta lari 10 K kenapa tidak menggenakan masker, Sukandsr mengaku sudah lebih dahulu menanyakannya kepanitia.

“Sebelum ditanya rekan-rekan wartawan, saya sudah lebih dahulu bertanya kepanitia, apakah peserta sudah disediakan masker, ambulan dan mobil poredes untuk mengawal peserta lari 10 K, panitia bilang sudah disediakankah, mereka jawab ada disediakan semua, mengenai kenapa tidak dipakai peserta, panitia mengaku tidak bisa memaksa peserta untuk memakai masker yang sudah disediakan tersebut, ya itu kembali lagi kepada masing-masing peserta apakah mau menggunakan masker yang disediakan panitia tersebut,”tutupnya. (yan)

Pos terkait