Penyuluh Agama Diminta Sampaikan Penyuluhan Zakat dan Wakaf Secara Profesional

  • Whatsapp
Penyuluhan Zakat dan Wakaf
Penyuluh Agama Diminta Sampaikan Penyuluhan Zakat dan Wakaf Secara Profesional. Foto : Istimewa

Jambiseru.com – Sebanyak 40 Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS dari 11 kabupaten/kota Jambi mengikuti kegiatan Peningkatan Literasi Zakat dan Wakaf Bagi Penyuluh Agama Islam pada tanggal 22-23 Juni 2021 di salah satu hotel di Kota Jambi yang diselenggarakan oleh Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi.

Ketua Panitia, Maidarlismawati, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan yang mengusung tema Kita Tingkatkan Literasi Zakat dan Wakaf yang Berkualitas Bagi Penyuluh Agama Islam tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman tentang pengadministrasian, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan perlindungan pengelolaan zakat dan wakaf.

Bacaan Lainnya

Dan lebih spesifik ditujukan untuk meningkatkan kualitas, peran dan fungsi penyuluh tentang pemberdayaan zakat dan wakaf dalam Provinsi Jambi secara profesional, meningkatkan pengetahuan para Penyuluh Agama Islam dalam pengelolaan zakat dan wakaf agar mampu mengelola zakat dan wakaf dan memanfaatkannya sesuai peruntukannya, dan menyamakan visi dan menyatukan persepsi, serta menguatkan koordinasi.

Pentingnya literasi zakat dan wakaf bagi Penyuluh Agama Islam ini dianggap sangat penting oleh Kepala Bidang Penais Zawa, A. Rahman Sayuti agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberikan penyuluhan tentang pemahaman ajaran agama secara benar.

“Penyuluh Agama Islam harus menyampaikan pemahaman ajaran agama secara benar. Jangan ajarkan kepada umat mengenai hal-hal yang salah dan tidak sesuai dengan ajaran agama,” tegasnya.

Ketua Panitia ini juga menyebutkan bahwa penyuluhan mengenai zakat dan wakaf ini sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat sebagai bagian dari rukun Islam.

“Jadikan zakat dan wakaf sebagai bagian dari misi penyebaran informasi yang perlu disampaikan dalam penyuluhan. Mungkin banyak masyarakat yang belum memahami cara pengadministrasian, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan perlindungan. Hal-hal sepertilah yang menjadi tugas Penyuluh Agama Islam untuk memberikan pemahaman kepada umat Islam,” ungkapnya.

Agar dapat melakukan penyuluhan zakat dan wakaf secara benar dan tepat, Penyuluh Agama Islam harus membaca literasi zakat dan wafat dari berbagai sumber.

“Baca dan temukan informasi sebanyak-banyaknya mengenai zakat dan wakaf, setidaknya Penyuluh Agama Islam harus memahami ketentuan dan peraturan perundang-undangan mengenai zakat dan wakaf,” jelasnya. (oga)

Pos terkait