Sebulan Penyelundup Benih Lobster Telah 3 Kali Beraksi di Tanjab Barat

  • Whatsapp
Penyelundup Benih Lobster
Barang bukti benih lobster yang berhasil diamankan. Foto: Jambiseru.com

Jambiseru.com – Dari pengakuan pelaku, ternyata selama Ramadhan penyelundup benih lobster telah 3 kali beraksi. Diperkirakan ratusan benih lobster yang berhasil diselundupkan.

Menurut Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro, para pelaku tergolong licin. Dalam aksinya, mereka melibatkan banyak orang yang ditugaskan sebagai mata-mata. Sehingga upaya aparat untuk menangkapnya selalu tidak berhasil.

Bacaan Lainnya

“Mendapati hal itu kita mencari solusi bagaimana mencegah penyelundupan benih lobster,” kata kapolres, Jumat (21/5/2021).

Diterangkan kapolres, dalam aksinya para pelaku juga memanfaatkan waktu menjelang arus mudik dan arus balik. Karena pada saat itu polisi tengah konsentrasi melakukan pengecekan dokumen bebas covid-19 pada masyarakat. Selain itu, mereka juga memanfaatkan waktu rentan diatas pukul 00.00 wib.

“Jadi upaya penyelundupan memanfaatkan jalur-jalur khusus melalui jaringan terorganisir,” jelasnya.
Namun tak ingin gagal, Tim Petir Polres Tanjab Barat melakukan giat patroli di sepanjang parit-parit yang terindikasi jalur penyelundupan. Kegiatan patroli dilakukan selama 10 hari.

Akhirnya, kegiatan patroli tersebut membuahkan hasil. Hari Jumat, sekitar 04.30 WIB, tim melihat satu kapal pompong dengan ditumpangi 4 orang yang diduga tersangka. Mereka berinisial AS, Mus, Erw dan YSM. Petugas pun langsung mengentikan laju pompon tersebut.

Setelah dilakukan penggeledahan, di dalam pompong petugas menemukan 36 Box sterofoam, yang setelah dibuka, isinya benih lobster. Rencannya, benih lobster ini yang akan dikirim keluar negeri melalui jalur perairan Kuala Betara.

“Syukur alhamdulillah bisa digagalkan yang jumlahnya setelah dihitung kurang lebih 135 ribu ekor,” sebutnya.
Upaya penangkapan para pelaku ini, sebenarnya tidak berjalan mulus. Pelaku sempat berupaya melarikan diri dan tak mengindahkan imbauan petugas. Sehingga terpaksa petugas berupaya menerjunkan High Speed Boat, yang sudah menunggu di ambang luar.

Saat ini, benih-benih lobster tersebut dari masih dalam pendalaman pihak kepolisian. Selain itu, pelaku juga tidak tahu asal usul barang, mereka hanya menerima barang kiriman dari jambi dan bertugas mengirimkan ke kapal cepat di ambang luar.

Polisi juga akan melakukan pendalaman, terkait jaringan penyelunduk benih lobster ini. Sehingga setelah jaringan terbongkar, maka akan memberikan efek jera pada pelaku lainnya.

Terhadap para pelaku, akan disangkakan dengan UU 45 tahun 2009 tentang perikanan melanggar pasal 92 junto 26 dan 88 junto 16 ancamannya 8 tahun dengan denda 1,5 milyar.

“Kita ingatkan kepada para oknum yang masih mencoba menyelundupkan benih lobster melalui wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk mengurungkan niatnya,” imbau Kapolres Tanjab Barat. (die)

Pos terkait