Plt Bupati Harapkan Buruh Bongkar Muat Dijadikan Karyawan PT KPAL

  • Whatsapp
Karyawan PT KPAL
Mediasi antara PT Kurnia Palma Agung Lestari (KPAL) dengan buruh bongkar muat, digelar pemkab Merangin. Foto : Edo/Jambiseru.com

Jambiseru.com – Mediasi antara PT Kurnia Palma Agung Lestari (KPAL) dengan buruh bongkar muat, digelar pemkab Merangin. Mediasi ini dilakukan, guna menyelesaikan kekisruhan yang terjadi antara buruh dengan perusahaan tersebut.

Dalam rapat tersebut, diketahui jika ternyata PT KPAL belum beroperasi penuh. Sehingga perusahaan belum bisa sepenuh mengangkat buruh bongkar muat menjadi karyawan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut dikatakan Plt Bupati Merangin H Mashuri, usai memimpin rapat mediasi antara manajeman PT KPAL dengan para buruh dihadiri Pj Sekda Muktamar Hamdi dan Kasat Intel Polres Merangin di Pola Dua Kantor Bupati, Kamis (15/7/2021).

“Jadi karena pertimbangan pabrik belum sepenuhnya beroperasi itu, sehingga sekitar 80 orang buruh itu belum bisa diterima manjadi karyawan. PT KPAL tetap pada prinsipnya kalau buruh bongkar itu dikaryawankan,” ujar Plt Bupati.

H Mashuri berharap nanti secara bertahap jika pabrik sudah sepenuhnya beroperasi, para buruh bongkar yang diusulkan tersebut dapat dikaryawankan, sehingga dapat menampung tenaga kerja lokal.

“Kita akan terus memonitor perkembangan pabrik. Pemkab Merangin tetap berpihak kepada para buruh, bagaimana tenaga kerja Merangin bisa tertampung di perusahaan itu, seperti perusahaan-perusahaan lainnya,” jelas Plt Bupati.

Sebelumnya jelas H Mashuri, pada Jumat (2/7/2021), Plt Bupati sudah menurunkan tim mediator, terdiri dari para kepala dinas untuk mediasi dengan pihak perusahaan. Tim itu sudah bertemu dengan manager dan para pengang saham.

Pada pertemuan yang langsung diikuti direktur utama PT KPAL tersebut, pihak perusahaan tetap pada pendiriannya, buruh bongkar sesuai aturan ketenagakarjaan dikaryawankan.

“Intinya perusahaan belum mampu menggaji orang sebanyak itu, sementara pekerjaannya belum juga banyak karena pabrik belum sepenuhnya beroperasi,” terang Plt Bupati dibenarkan tim mediasi. (edo)

Pos terkait