Jumlah Penduduk Miskin di Jambi Meningkat

  • Whatsapp
Penduduk Miskin di Jambi
Foto hanya ilustrasi. Foto : Istimewa

Jambiseru.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, mengeluarkan data persentase jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi, secara virtual via zoom, kamis (15/7/2021).

Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Jambi, Wahyudin, bahwa Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Jambi pada bulan Maret 2021 mencapai 293,86 ribu orang (8,09 persen).

Bacaan Lainnya

“Bertambah sebanyak 5,8 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2020 yang sebesar 288,10 ribu orang (7,97 persen),” paparnya.

Wahyudin mengatakan, Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2020 sebesar 11,22 persen naik menjadi 11,52 persen pada Maret 2021.

“Sementara persentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada September 2020 sebesar 6,40 persen naik menjadi 6,42 persen pada Maret 2021,” jelas Wahyudin.

Selama periode September 2020-Maret 2021, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 4,6 ribu orang dari 132,6 ribu orang pada September 2020 menjadi 137,24 ribu orang pada Maret 2021, sedangkan di daerah pedesaan naik sebanyak 1,1 ribu orang yaitu dari 155,5 ribu orang pada September 2020 menjadi 156,61 ribu orang pada Maret 2021.

Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan) baik untuk di perkotaan maupun perdesaan.

“Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan di perkotaan pada Maret 2021 tercatat 74,9 persen, sementara di perdesaan jauh lebih tinggi yang mencapai 76,94 persen,” bebernya.

Untuk Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di perdesaan, diantaranya adalah beras, rokok kretek filter, cabe merah, daging ayam ras, telur ayam ras, mie instan, gula pasir, dan bawang merah.

“Sedangkan, untuk komoditi bukan makanan diantaranya adalah biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi,” ucapnya.

Pada periode September 2020-Maret 2021, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan peningkatan.

“Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin menjauhi garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyebar,” ungkapnya. (oga)

Pos terkait