Dari Januari Insentif Nakes Tak Cair, Dirut RSUD RM : Dalam Proses Administrasi

  • Whatsapp
Insentif Nakes
Ilustrasi. Foto : Istimewa

Jambiseru.com – Ternyata sejak Januari 2021 insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) di RSUD Raden Mattaher  belum cair. Hal ini lah yang memicu kekesalan Gubernur Jambi, Al Haris. Totalnya Rp 18 Miliar insentif yang harus diberikan ke 500 lebih Nakes di sana.

Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, dr Ferry Kusnadi mengatakan, ada sekitar 500 nakes di rumah sakitnya yang bertugas menangani Covid-19 ini.

“Yang mau dibayarkan totalnya sebesar Rp 18 miliar. Itu dari bulan Januari tahun ini (2021, red),” kata dr Ferry Kusnadi usai diberang Gubernur Jambi, Al Haris, Jumat (13/8/2021).

Ferry menyebutkan, pencairan insentif nakes itu sedang dalam proses administrasi.

“Memang DPA-nya sedang berjalan,” sebut Ferry.

Ferry menjelaskan, insentif yang diterima para nakes ini perbulannya mencapai Rp 7,5 juta hingga Rp 15 juta. Sambungnya, itu ada dokter spesialis, dokter umum serta perawat.

“Tertinggi Rp 15 juta, terendah 7,5 juta. Tapi itu kalau dia full kerjanya dalam satu bulan,” ujarnya.

Ditanya apakah hari Senin mendatang insentif itu bisa cair sesuai waktu yang diberikan Gubernur Jambi, Al Haris?

“Isnya Allah dicairkan. Sebenarnya kan prosesnya lagi berproses DPA-nya. Kalau memang sudah turun kita bayarkan,” kata dr Ferry setelah diancam pecat Gubernur Jambi, Al Haris.

Sebelumnya, Gubernur Jambi, Al Haris berang setelah mendengar insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) belum dibayarkan. Selesai dari rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi, Al Haris langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke RSUD Raden Mattaher (RM), Jumat (13/8/2021).

Tak menunggu lama, usai Sidang Paripurna, ia langsung berjalan kaki dari gedung DPRD Provinsi Jambi menuju RSUD RM. Saat berjalan menuju rumah sakit, ia bertemu Direktur RSUD RM, dr Fery Kusnadi. Sempat berbincang dan langsung melanjutkan sidak ke lantai 2 RSUD RM.

Setibanya di lokasi, ia mendapati tak ada pejabat komite medik di ruangannya. Kemudian ia memutuskan rapat darurat bersama Sekda, Kepala Bakeuda, Direktur RSRM dan Wakil Ketua DPRD yang ikut ke lokasi.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, pelayanan harus diutamakan. Haris juga mengeluhkan bawahannya yang lama menandatangani pencairan insentif ini, padahal pergub refocusing sudah disahkan dan ditekennya.

“Kalau hal pelayanan jangan main-main titik. Kalau nakes mogok (pasien) covid ini siapa ngurusnya, saya mintak tolong cair dua hari ini, saya tak ngasih ampun pokoknya, tak ada alasan Senin harus cair diteken semuanya, dak ada alasan, bisa kamu,” kata Gubernur sambil menunjuk pegawai RSUD Raden Mattaher.

Kata Haris, pokoknya jangan lagi ada pada bidang pelayanan seperti ini.

“Kalau semua mogok di nasional heboh. Kamu saya pecat ini kalau tak jalan ini Fer (Dirut, red),” sebut gubernur kepada direktur RSRM dr Fery Kusnadi.

Kejadian ini pun berawal saat anggota DPRD Provinsi Jambi, Budiyako menyebut jika gaji nakes tak dibayar. Dalam penyampaiannya, ada 500 nakes yang menangani Covid-19 namun insentifnya sudah beberapa bulan ini tidak cair.

“Di RSRM banyak papan ucapan perihatin insentif nakes tak dibayar dan nakes sempat demo, ini agar jadi perhatian pak gubernur,” ujar anggota dewan asal Fraksi Gerindra menginterupsi di saat penutupan sidang paripurna.(uda)

Pos terkait