Selain Kasus PETI, Oknum ASN Merangin yang Jadi DPO Juga Rugikan Negara Rp 200 Juta

  • Whatsapp
Oknum ASN Merangin Zulfahmi
Kepala BKPSDM Merangin, Nasution. Foto: Edo/Jambiseru.com

Jambiseru.com – Ternyata, selain terbelit kasus PETI dan menyandang status DPO, Zulfahmi, oknum ASN di Merangin juga disebut telah rugikan negara sebesar Rp 200 juta. Sampai saat ini, dirinya juga belum mengembalikan uang tersebut ke kas daerah.

Kepala BKPSDM-D Merangin, Nasution mengungkapkan, jika Zulfahmi pada tahun 2014 silam melakukan tugas belajar dengan melanjutkan pendidikan S-3. Seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh pemerintah daerah. Total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 200 juta.

Biaya pendidikan tersebut diberikan dalam tiga tahap. Pertama bantuan diberikan pada pada tahun 2015 sebesar Rp 85 juta, lalu tahun 2016 sebesar Rp 85 juta dan tahun 2017 sebesar Rp 30 juta.

Namun sayangnya, hingga batas waktu yang diberikan, yaitu 4 tahun, Zulfahmi belum juga menyelesaikan pendidikannya. Bahkan dengan perpanjangan waktu 1 tahun lagi, ia juga belum menyelesaikan doktornya.

“Harusnya selesai pada 2019, tapi sampai 2021 belum juga ada kabarnya,” terang Nasution, Selasa (10/8/2021).

Karena pendidikan tak juga selesai, pihak BKPSDM-D Merangin kemudian mengambil sikap. Pihak BKPSDM-D Merangin pun mengirimkan surat kepada Bupati Merangin, untuk mencabut SK belajar Zulfahmi. Selain itu, BKPSDM-D Merangin juga meminta kepada yang bersangkutan, untuk mengembalikan uang negara yang telah digunakannya untuk biaya pendidikan.

“Kita sudah kirim surat ke bupati untuk pencabutan SK tugas belajar Zulfahmi untuk aktif kembali sebagai ASN dan mengembalikan bantuan pendidikan yang ia terima 200 juta,” kata Nasution.

Namun, diakui Nasution pihaknya juga kewalahan dalam masalah ini. Sebab sudah dua kali mengirim surat panggilan tetapi tidak mendapatkan respon, begitupun saat menjumpai orang tuanya pihaknya malah mendapat pernyataan yang mengejutkan.

“Kita temui orang tuanya, malah orang tuanya bilang dak kenal lagi dengan Zul,” imbuh mantan sekwan ini.

Sementara itu Plt Bupati Merangin H Mashuri juga menegaskan, agar yang bersangkutan segera mengembalikan uang negara yang telah diterima untuk tugas belajar itu.

“Kita akan minta penjelasan dari perguruan tinggi tempat yang bersangkutan tugas belajar, jika memang belum selesai, maka konsekuensinya mengembalikan uang negara,” tegas Mashuri.

Sedangkan untuk status DPO Zulfahmi, Mashuri mengungkapkan, masih menunggu surat tembusan DPO dari Polres Merangin.

“Setelah itu kita akan menyetop gaji Zulfahmi, karena masih berstatus sebagai tersangka, jika sudah terdakwa maka akan melangkah ke pemberhentian sebagai ASN,” tandasnya. (edo)