Comeback Lawan Denmark, Belgia Susul Italia ke Babak 16 Besar Euro 2020

  • Whatsapp
Belgia Susul Italia ke Babak 16 Besar
Gelandang Timnas Belgia, Kevin De Bruyne melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Denmark pada laga Grup B Euro 2020 di Parken Stadium, Kopenhagen, Denmark, Jumat (18/6/2021) dini hari WIB. [WOLFGANG RATTAY / POOL / AFP]

Jambiseru.com – Laga seru tersaji pada matchday 2 Grup B Euro 2020, di mana Timnas Belgia berhasil comeback untuk menang 2-1 atas Timnas Denmark di Parken Stadium, Kopenhagen, Denmark, Kamis (17/6/2021) malam WIB.

Sampai babak pertama usai, Denmark yang tampil tanpa sang playmaker Christian Eriksen di luar dugaan mampu mengungguli Belgia, yang notebene merupakan salah satu tim unggulan juara Euro 2020, dengan skor 1-0.

Bacaan Lainnya

Tetapi, magis Kevin De Bruyne di babak kedua mampu mengamankan kemenangan sekaligus raihan poin penuh bagi Belgia.

Dengan hasil ini, Belgia pun jadi tim kedua setelah Italia yang memastikan diri lolos ke babak 16 besar Euro 2020, walau babak fase grup masih menyisakan satu matchday lagi.

Timnas Belgia kokoh di puncak klasemen sementara Grup B dengan raihan poin sempurna enam, hasil dari dua kali menang.

Sementara itu dengan dua kekalahan dari dua laga awal, Denmark sudah hampir pasti tersingkir di fase grup walau kans mereka melaju ke 16 besar masih ada, asalkan bisa menang atas Rusia di matchday terakhir, dan mungkin juga harus menang dengan skor telak.

Denmark terdampar di dasar klasemen Grup B karena belum mendapat poin dan selisih gol -2.

Jalannya Pertandingan

Laga baru berjalan dua menit di Parken, penyerang Denmark, Yussuf Poulsen sudah bisa menjebol gawang Belgia yang dikawal kiper Real Madrid, Thibaut Courtois.

Bermula dari kesalahan bek Belgia Jason Denayer, bola kemudian diambil alih gelandang Denmark Pierre-Emile Hojbjerg, yang langsung melepaskan operan brilian ke Poulsen.

Penyerang RB Leipzig itu lalu melakukan sentuhan untuk mengambil posisi menembak, sebelum melepaskan tendangan mendatar yang tak bisa dihalau Courtous.

Denmark unggul 1-0, dan skor itu bertahan sampai babak pertama selesai.

Sepanjang babak pertama, Belgia sendiri tampil sangat kacau tanpa dua pemain bintang mereka, Eden Hazard dan Kevin De Bruyne, yang masih belum terlalu bugar untuk tampil sebagai starter.

Tercatat, Belgia cuma bisa melepaskan satu percobaaan tembakan di babak pertama, berbanding sembilan untuk Denmark!

Walau Belgia unggul ball possession mencapai 52 persen berbanding Denmark 48 persen, tetapi pasokan-pasokan bola untuk bomber Romelu Lukaku praktis memang sangat sedikit di sepanjang babak pertama.

Memasuki babak kedua usai turun minum, pelatih Belgia Roberto Martinez memasukkan Kevin De Bruyne untuk menggantikan Dries Mertens.

Dampak De Bruyne pun langsung terlihat. Serangan-serangan Rode Duivels (Setan Merah) –julukan Timnas Belgia– menjadi lebih berbahaya dan juga jauh lebih sering.

Menit ke-54, melalui sebuah serangan pertama mereka yang benar-benar berarti, Romelu Lukaku memimpin counter-attack cepat Belgia.

Menggiring bola hampir dari tengah lapangan, Lukaku kemudian melakukan cut-back. Bola kemudian diterima De Bruyne yang melakukan dummy di kotak penalti, sebelum dengan tenang memberikannya ke Thorgan Hazard yang berdiri bebas di depan gawang.

Adik dari Eden Hazard itu lantas dengan mudah mencocor bola masuk ke gawang Denmark untuk membawa Belgia menyamakan kedudukan jadi 1-1.

Usai itu, arah serangan praktis jadi milik Belgia. Terlebih juga usai masuknya Eden Hazard menggantikan Yannick Carrasco di menit ke-59.

Dengan De Bruyne plus Eden Hazard membantu Lukaku sebagai ujung tombak, area pertahanan Denmark yang dipimpin kapten Simon Kjaer kerap dibuat kocar-kacir.

Pada menit ke-70, Lukaku, Youri Tielemans dan Eden Hazard melakukan kerjasama ciamik di tepi kotak penalti Denmark, sebelum nama terakhir memberikan bola ke De Bruyne.

Tanpa mengontrol bola, De Bruyne langsung mesesatkan tendangan geledek dari luar kotak penalti. Walau melalui kaki lemahnya, yakni kaki kiri, tendangan cannon ball De Bruyne mamou melesat masuk ke kiri bawah gawang Denmark tanpa bisa dibendung Kasper Schmeichel.

Di sisa waktu pertandingan, dengan Belgia kini unggul 2-1, kedua tim saling jual-beli serangan. Denmark sendiri mendapatkan sejumlah peluang melalui Martin Braithwaite.

Sayang, finishing striker Barcelona itu sering tidak optimal, dengan usaha terakhirnya cuma membentur tiang gawang Belgia kawalan kiper Courtois.

Skor 2-1 bagi keunggulan Belgia bertahan hingga laga rampung. (*)

Sumber : Suara.com — media partner Jambiseru.com

Pos terkait