Timnas Indonesia Batal Jamu Curacao di JIS, PSSI: Tidak Layak

Jakarta International Stadium
Penampakan Jakarta International Stadium (JIS). Foto ANTARAMichael Siahaan

Jambi Seru – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya buka suara soal batalnya Jakarta International Stadium (JIS) menjadi salah satu venue laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia vs Curacao. Menurut mereka, JIS untuk sementara tidak layak digunakan.

JIS semula menjadi satu dari dua stadion untuk menggelar laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia vs Curacao tepatnya untuk laga 27 September alias tiga hari setelah uji coba pertama di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

PSSI menyimpulkan JIS tidak layak untuk menggelar pertandingan berskala besar itu setelah menggelar uji kelayakan. Ada beberapa hal yang menjadi catatan sehingga stadion megah ini belum bisa dipakai.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, Stadion JIS belum memenuhi kelayakan 100% infrastruktur seperti qrea drop-off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter menumpuk di barat utara.

Concourse timur area stadion belum dapat digunakan, perimeter tribun juga perlu pengkajian ulang, dan pagar perimeter di bawah concourse barat tidak kokoh. Lalu sarana pendukung seperti kantung parkir, transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion belum sesuai standar.

“Sehingga untuk menggelar sebuah pertandingan FIFA Matchday yang mengundang animo penonton sangat banyak maka perlu dilakukan simulasi terkait jumlah penonton mulai dari 25%, 50%, 75%, 100% dari perhitungan maximum safety capacity,” kata Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam keterangan resminya, Jumat (9/9/2022).

Yunus menambahkan untuk ukuran JIS yang begitu megah hanya bisa menampung parkir sekitar 800 unit kendaraan roda empat itu sangat riskan. Padahal, jika timnas main, animo masyarakat sangatlah besar.

Selain itu, masuk ke JIS hanya satu pintu sehingga dikhawatirkan memakan waktu yang lama. Kendala lainnya adalah biaya sewa yang tinggi.

”Di samping itu terkait dengan plafon yang rendah karena bus tidak bisa masuk, bisa jadi bus tim tamu dan tim tuan rumah berhentinya di area umum, tidak di area sebagaimana mestinya yang sudah diatur . Nah kalau kita paksakan pasti akan menjadi catalan FIFA,” pungkasnya.

Adapun JIS memang tengah disorot karena belum bisa menggelar pertandingan level profesional. Sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga belum merestui Persija Jakarta pakai JIS karena ada beberapa catatan yang mesti dibenahi. (esa)

Sumber: suara.com (media partner jambiseru.com)

Pos terkait